Ramayanaterdapat dalam sastra Jawa dalam bentuk Kakawin Ramayana yang telah digubah dalam Bahasa Jawa Kuno. Pujangga penciptanya diperkirakan hidup di Mataram Kuno pada masa pemerintahan Dyah Balitung, atau sekitar 870 M. Namun, Kakawin Ramayana versi Jawa tidak sepenuhnya mengacu pada kisah kepahlawanan dari India yang ada di Kitab Ramayana. Satudi antara bahasa daerah yang biasa digunakan ialah Jawa. Bahasa jawa kebanyakan digunakan orang-orang yang berasal dari wilayah Jawa Timur, Yogyakarta, Jawa Tengah dan sebagian Jawa Barat. Berikut ini kumpulan cerita lucu bahasa Jawa, seperti dikutip dari posbagus.com, Selasa (30/6/2020) Selanjutnya: 1. Guru dan Murid. Garwaneasma Dewi Drupadi, mbakyune dewi Wara Srikandhi, putrane Prabu Drupada saka Negara Pancala. Saka Sang Prameswari Dewi Drupadi iki, Prabu Puntadewa peputra kakung siji, kekasih Raden Pancawala. Prabu Puntadewa ratu watak pandhita. Watake sabar lan ikhlas, lila donya lila ing pati. Apa bae barang darbeke, yen ana sing njaluk mesthi Dalam, jumlah para Korawa (sebagai anak Dretarastra) ialah seratus dua orang; seratus satu orang dilahirkan oleh , sedangkan yang seorang lagi dilahirkan oleh dayang-dayangnya. Yang terkemuka adalah . Hampir seluruh Korawa berjenis laki-laki, kecuali seorang (anak perempuan Gandari), yang bernama. Ajiajine aran Chandabirawa ora kuwan nyedhaki Prabu Puntadewa lan banjur ilang musna. Prabu Salya akhire sedha disawat pusaka Jamus Kalimasada. Kasatriyane Nakula kuwi ing Sawojajar, dene Sadewa ing Paweratalun. Garwane nakula kekasih Dewi Srengginiwati kang banjur peputra Dewi Sri Tanjung. Lakonwayang dalam zaman ini menceritakan kepahlawanan dan petualangan nenek moyang. Pertunjukan biasanya diadakan pada malam hari di rumah, halaman rumah, atau tempat-tempat yang dianggap keramat. Pementasan menggunakan bahasa Jawa Kuno murni. Kepustakaan wayang belum ada, cerita-cerita secara lisan M5LFbur.

cerita wayang nakula dalam bahasa jawa singkat